Indah Pada Waktu-Nya

Sumringah rupa
Tak kalah riang rasa
Semangat jiwa
Tak jua cukup kata
Syukur berlimpah membana
Tinggi melambung ke tangga Surga

Isyarat apakah gerangan?

Kembali mengenang alkisah lama
Bertekun niat membaca abjad
Berlatih ulet mencoret bilangan
Belajar hingga larut tak lagi sadar

Demi apa?

September terpahat tanggal keramat
Siap menguji hasil belajar
Alhasil meski fakta tak seindah angan
Namun satu detak terlewati
Syukur tetap khusyuk

Siap kah menunggu?

Detak menanti di mulai
Sepekan empat pekan delapan pekan terlewati
Hadiahi surat cinta kakanda
Hendak mengajak adinda terbang ke ibukota
Jelas tak karuan rona sumringah lukisi wajah

Seindah ini kah menanti?

Seusai ke ibukota
Melatih terampil demi perkuat niat menjadi Abdi Pertiwi,
Adinda ke desa
Kabari sanak
Bahwasanya hendak merantau lagi

Hendak kemana lagi adinda?

Dua puluh tiga pekan pertama 20 satu tujuh
Terlewati dalam senyap yang bermakna
Gelorah Me-AN terealisasi
Pun juga aksi SM-3T Peduli
Menyulam senyum
Memahat mimpi
Membagi empati dan semangat
Pada raga dan wajah polos Anak pelosok penjuru negeri

Ini kah bukti niat mengabdi?

Mereka bilang;
"Proses takkan pernah mengkhianati hasil"
Jingga Juni membuktikannya
Benar saja

Detak jujur dag dig dug
Penasaran menyerta
Dalam dada enam 2 sembilan 6
Nama demi nama terbaca mata dengan jelas
Lengkap dengan loka pengabdian
Angan mulai mengembara akan kisah kelak

"Tolong jangan sekali-kali pongah watak, hilang belas asih atau lupa diri akan niat mengabdi sepenuh jiwa setulus hati kelak"

Sanubari berpesan pada sumringah yang semakin nyata kini.


***

(Jumad, 23 Juni 2017)



------
Terinspirasi dari kabar baik akan segera menjadi Guru yang sebenar-benarnya selama-lamanya di suatu pelosok negeri ini.
#GGD
#GuruGarisDepan
#GuruIndonesia
#ineebertha

Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

BORNEO

S A B A R

Sabar Semesta