Lakon Alam (Pemeran: Daun, Batang dan Akar)
Gemericik sepoi
Mendayuh-dayuh
Bertalu-talu ranting berdenting
Gemulai pucuk cemara menari riang
Dedaunan memeluk sapa dengan nyanyian
Berdendang
Syahdu terdengar oleh alam
I
Kuat ku takkan lenyapkan segala suka mu.
Ku topang bahagia mu hingga waktu mengambilmu.
Kan ku jaga engkau selamanya, bahkan hingga lapuk rayap memelukku.
Aku sungguh gembira menatap mu begitu indah di atas sana.
Jika bisa jangan pernah jatuh!
Karena pedih jiwa ku harus memandangmu bersua sang akar.
Aku hanya sepokok batang yang kadang terlalu cemburu pada cerita mu,
Pada kisahmu yang datang dan pun pasti akan kembali ke sana.
Kepadanya...
Kau dengannya begitu satu
Aku iri dengannya
Meski ku tahu adalah dia jua yang menghidupi kita.
Sementara
Ah apalah aku ini...
Hanya sebongkah penopang sementara mu!
(Risau sang batang-tanpa tahu sesungguhnya oleh dirinya lah kehidupan di atas sana itu ada)
II
Hei...kemari lah
Dengarkan ini:
Karena mu lah
Aku hidup
Aku menari
Aku berdendang
Aku bersuka ria
Aku membagi manfaatku
Hidupkan paru-paru semesta
Bayangkan jika tanpa mu
Bagaimana Aku bisa bersua sepoi lalu menari?
Bagaimana Aku mampu memeluk hujan lalu melebat hijau?
Bagaimana cara ku menatap siang lalu memberi napas pada semesta?
Atau bagaimana Aku harus menangkis terik lalu menguning jatuh?
Lupakah kau bahwasanya karena engkau lah cerita kita ada!
Engkau tak sekedar penopang sementaraku.
Ketahuilah itu!
Aku bahkan sungguh berterima kasih padamu.
(Jawab Dedaunan lembut sambil memandang dan tak segan memeluk erat sang batang)
III
Ah ini jua....
Wahai penopang
Pun tak ada gunanya cemburu dan iri pada ku
Aku justru beruntung memilikimu
Aku justru bersyukur kau bersedia menempati posisimu
Aku justru gembira kau ada disana
Apa kah aku ini tanpa bantuanmu?
Tetaplah lenyap dalam kegelapan tanah
Tetaplah mengering dalam keheningan bebatuan
Atau bahkan segera mati tak berfaedah lalu hilang selamanya
Itu fakta jika aku tanpa mu.
Apakah kini kau paham?
(Rintih sedih raut sang akar memberi jawab sekaligus tanya pada si batang)
*Semua hal di dunia ini bahkan yang terkecil sekalipun bahkan mungkin yang terlihat tak penting sekalipun dimata manusia, yang telah DIA, Sang Maha Pencipta ciptakan di dunia ini mempunya fungsi dan kegunaannya masing-masing, memiliki peran penting masing-masing untuk kelangsungan dan menjaga keseimbangan kehidupan yang indah ini....jangan menganggap sesuatu itu tidak penting, terkadang yang tidak penting itu lah yang justru sangat membantu di suatu saat tertentu nanti.
Setiap kita memiliki peranan sendiri-sendiri dalam kehidupan ini-Bukan kah segala sesuatu ada dan terjadi karena ada ALASANNYA!!? @ibkata)
Komentar
Posting Komentar