Surga Kecil Jatuh ke Bumi

Tanah Papua
Kau pesonakan Aku
Dengan indahmu
Langit biru sedang di sebelah kelabu
Rinai hujan sedang di seberang terik mentari memamerkan kuasanya
Kau takjubkan Aku
Terpaku ragaku
Sejenak merenung
Aneh
Di ujung diamku
Aku tersenyum
Sungguh tak sekedar unik.

Papua...

Di atas tanahmu

Kini Aku meneruskan mimpiku

Aku menghidupi raga rapuh ku

Aku atas kehendak Tuhan ku

Menulis dengan tinta bermacam warna

Tentang Aku dan duniaku

Aku dan kisahku

Senyum dan muram ku

Tangis dan tawa ku

Diam dan bicara ku.


Papua...
Negeri seribu gunung,
Seribu hutan,
Seribu rawa
Kau telah melekat erat dalam kalbu.

Papua...
Gunung lembah nan hijau hutan rimbamu.
Mengajak sebagian dari penghuni negerimu
bersenandung Lagu sendu 'Tanah Papua'.
Dalam ayunan langkah berirama Yosim
Pancar, tarian tradisi mu
Mengikuti genderang Tifa gendang mu
Dalam khasnya Moge Mace eksotikmu
Dan Koteka Pace beringasmu bertatah riasan
mahkota Hiare
Sedang panah busur pada tangan gagah.


Pesona mu Papua


Sungguh!


Senandung lembut dari alam sunyi

Akan uniknya Cendrawasih serta Kasuari

Elok dan rupawan bak anak dara Mace mu.


Tanah Papua

Kau antusiaskan hasratku

Akan kebesaran Barapen

Kau sentakan akal sehatku

Akan mahalnya kayu palang denda adat mu

Dan risaukan pikiran ku

Akan kebiasaan perang suku mu.

Sedang Honai menanti untuk ku abadikan

Lewat lensa cekung cembungku.

Telah pula ku kecapi anehnya rasa PapedaSagu mu.


Aku bahagia
Sebab Aku telah menikmati segala penjuru
pesona rupawanmu.
Tanah Papua
Surga kecil jatuh ke Bumi
Aku mengagumi mu.



(Inee, Papua, 03 Agustus 2014)

Komentar

Postingan populer dari blog ini

BORNEO

S A B A R

Sabar Semesta