MeAN (Mengedukasi Anak Negeri)

Selamat pagi benderang

Selamat petang senja

Jejak pagi dan jejak petang

Siapa kira kelak kan indah

Asal kau setia pada langkah

Asal kau tak melenceng arah

Asal kau tetap tak mau kalah pada lemah semangat

Asal kau tak lengah pada pongah watak

Asal kau teguh percaya pada seruan suara hati



kelak..ya kelak!

kan kau rengkuh nikmatnya

Kan kau genggam dengan bangga

Meski kecil sepertinya mimpi itu bagi yang lain

Tapi bukankah berarti bagimu?


Maka mulailah tertatih dini

Berlelah letih lah wahai engkau

sekarang..yah sekarang kata ku

Tak ada esok atau lusa!

Ayo lekas enyahkan malasnya raga kusutmu itu

Ia hanya akan menghimpit engkau pada kehampaan kelak

Ayo pakailah kasut usangmu

Melangkahlah kesana, nak!

bawa buku mu juga pena mu!


Ah, sudahlah nak,

Jangan berlebih berharap tas bagus atau sepatu mahal

Petinggi di kota ogah mengingatmu

Apalagi sekedar menengok ke arahmu

Maaf nak, bukan niat ibu patahkan asa kosong kalian itu.

Bukan, bukan demikian...


Ibu hanya ingin kalian tahu

Adalah realita hanya satu atau dua insan tak korup habiskan uang kalian di kota

Selebihnya, ah lumbung lambung lemari laci bank megah atas nama mereka dan sanak keluarganya penuh sesak dengan dollar emas perak deposit berharga.

belum lagi rumah villa hotel apartemen bertebar dimana-mana....



Segelintir benar insan bertitel penyalur aspirasi yang memang makan dari hasil jerih usaha jujur.

Tapi apadaya selalu saja langkah benar mereka biasanya keburu dijegal sang lawan tukang korup.

Ah, sepertinya kau ingin protes nak?

Ibu persilahkan kau protes nak! tapi tidak sekarang!



Kelak...

kelak setelah usai semua langkah usaha jerih kecilmu ini

Setelah buku dan penamu telah menyatu dengan jiwa mu,

Jadikan kau tak lagi buta abjad dan angka...

Setelah watak dan karakter baik benar telah berada dalam DNA_mu

Setelah logika mu 1000 persen mampu luapkan kritik kreatif positif pada apa apa yang tak benar

Setelah hati mu penuh mengharu biru dengan empati simpati dan belas asih.


Begitu asa Ibu.

Ya kelak ketika semua cita itu telah mendarah darah pada raga dan jiwamu

Boleh lah kau protes!

Saat itu silahkan kau protes dengan elegen nak

Dengan kerja

Dengan perbuatan nyata nyata

Protes lah mereka dengan tak contohi sikap pongah dan ogah

Aatau sifat tamak serta rakus dan busuk

Juga hati tak berempati serta belas asih empunyanya mereka, yah nak!!

Ibu ingin kau ingat ini nak!ingatlah selalu!


(Maka baiklah anak-anak, sekarang kita BELAJAR!)



Selamat Hari Pendidikan Nasional Indonesia

Masyarakat SM-3T Institute Basecare Ende

MeAN Ende, 01-02 Mei 2017


*latepost @iniineee


Komentar

Postingan populer dari blog ini

BORNEO

S A B A R

Sabar Semesta