Sabar Semesta
Langit biru atap semesta Mentari siang melulu terik Meski gersang gemulai rerumputan tampak nyata Menemani kerontang tanah terbelah Menanti siraman dari langit Sekedar tak kusam kering pemandangan Tak jua ia teteskan. Masih musim tanpa embun penyejuk Masih musim tanpa kilatan Masih enggan basahi dahaga kerongkongan bumi Masih tak jua hendak pergi panas menyengat. Tunggu lah Menanti lah Wahai engkau penghuni semesta Tunggulah menantilah dengan sabar Di Penghujung semi sana Butiran tak terbendung telah menanti Ingin memeluk akar dan bebatuan Menyatu Lalu Bersemai bersama Menciptakan lembab tanah Dingin hawa juga hijau dedaunan. Dan kemudian lenyaplah risau mu. Hilang Tergantikan Syukur dari relung Tertuju pada Sang Empunya Semesta raya :) (Minggu, 18 Juni 2017) @ineebertha
Komentar
Posting Komentar